Radar Buntok– Xiaomi resmi memperkenalkan mobil konsep Vision Gran Turismo (Vision GT) dalam ajang Mobile World Congress 2026. Supercar futuristik ini langsung mencuri perhatian berkat koefisien hambatan udara (drag coefficient) sangat rendah 0,29 Cd dan kemampuan menghasilkan gaya tekan ke bawah hingga 1,2 ton.
Tak sekadar konsep visual, Xiaomi menekankan bahwa Vision GT adalah laboratorium teknologi berjalan—memadukan aerodinamika ekstrem, integrasi ekosistem digital, serta pendekatan desain minimalis fungsional khas perusahaan tersebut.
Aerodinamika Ekstrem dengan Filosofi Desain “Alami”
Secara desain, Xiaomi Vision GT mengusung pendekatan minimalis tanpa ornamen dekoratif. Setiap lekukan, bukaan udara, hingga garis bodi dirancang memiliki fungsi aerodinamis nyata.
Kokpit berbentuk tetesan air mata (teardrop canopy) dibuat seolah mengambang, memungkinkan udara mengalir melalui saluran di bawah kabin. Di bagian bawah, spoiler aktif bekerja secara dinamis menyesuaikan hambatan dan distribusi gaya tekan ke bawah secara real-time sesuai kecepatan dan manuver kendaraan.
Bagian belakang tampil unik dengan struktur menyerupai buritan perahu yang dipadukan ventilasi udara berbentuk cincin besar. Lampu belakang berongga menyatu dengan sistem aliran udara tersebut, menciptakan kombinasi estetika dan performa.
Dengan angka 0,29 Cd, gaya tekan ke bawah 1,2 ton, dan efisiensi aerodinamis mencapai 4,1, performanya diklaim setara mobil balap kelas Le Mans dalam hal stabilitas kecepatan tinggi.
Dua Teknologi Kunci: Active Wake Control dan Magnetic Levitation Wheel Cover
Keunggulan aerodinamika Xiaomi Vision GT ditopang dua inovasi utama.
1. Active Wake Control System
Sistem ini memanfaatkan lubang mikro di sekitar lampu belakang untuk menyuntikkan aliran udara bertekanan tinggi ke area turbulensi belakang kendaraan. Aliran tersebut menyesuaikan kecepatan serta sudut kemudi, membantu “mendorong” pusaran udara dan meningkatkan stabilitas saat melaju kencang.
Teknologi ini memungkinkan kontrol wake turbulence yang lebih presisi dibanding pendekatan aerodinamika pasif konvensional.
2. Penutup Roda Levitasi Magnetik
Inovasi paling menarik hadir pada penutup hub roda berbasis levitasi magnetik. Komponen ini tetap stabil pada kecepatan tinggi menggunakan gaya magnet, sehingga aliran udara dapat melintas lebih mulus tanpa gangguan turbulensi dari rotasi roda.
Sementara itu, roda bagian dalam tetap berputar untuk menjaga pendinginan sistem pengereman. Kombinasi ini diklaim menghasilkan turbulensi nyaris nol tanpa mengorbankan efisiensi rem.
Interior “Balap Sofa” yang Revolusioner
Masuk ke dalam kabin, Xiaomi meninggalkan konsep kursi balap sempit yang keras. Vision GT menghadirkan desain interior menyerupai sofa melingkar tanpa sekat fisik, menciptakan nuansa ruang tamu modern di dalam mobil performa tinggi.
Pengemudi dapat duduk tegak untuk mode agresif atau lebih santai saat berkendara kasual. Setir berbentuk X dilengkapi tombol fisik untuk kontrol cepat, sementara sistem infotainment adaptif menampilkan data penting sesuai mode berkendara.
Vision GT juga mengintegrasikan HyperOS, sistem operasi milik Xiaomi yang menghubungkan mobil dengan smartphone dan smartwatch pengguna. Sistem visual internal mampu mendeteksi kondisi pengemudi dan menyesuaikan atmosfer kabin secara otomatis.
Segera Hadir di Gran Turismo 7
Mobil konsep ini merupakan hasil kolaborasi Xiaomi dengan franchise game balap legendaris Gran Turismo 7. Vision GT dijadwalkan hadir sebagai mobil virtual pada pembaruan bulan Maret, bertepatan dengan perayaan ulang tahun keempat game tersebut.
Xiaomi bahkan membuka kemungkinan menghadirkan replika kokpit untuk pengalaman simulasi balap di rumah.
Dari Konsep ke Realita?
Walau masih berstatus mobil konsep, Xiaomi telah membuktikan keseriusannya di industri otomotif melalui sedan listrik Xiaomi SU7 Ultra. Kehadiran SU7 Ultra menjadi sinyal bahwa Xiaomi tidak sekadar memamerkan desain futuristik, tetapi juga mampu mewujudkannya ke jalur produksi.
Jika respons publik dan komunitas gamer positif, bukan tidak mungkin Vision GT akan berevolusi menjadi model nyata—tentu dengan sejumlah penyesuaian regulasi dan teknis.
Dengan Vision GT, Xiaomi menunjukkan bahwa ambisi mereka tidak berhenti pada smartphone dan ekosistem digital. Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu kini serius menantang batas antara dunia otomotif performa tinggi dan integrasi teknologi cerdas masa depan.
