Kesehatan

Campak Bukan Penyakit Ringan, Risiko Komplikasi Berat pada Anak

×

Campak Bukan Penyakit Ringan, Risiko Komplikasi Berat pada Anak

Sebarkan artikel ini

Campak: Lebih dari Sekadar Demam dan Ruam

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), menegaskan bahwa campak bukan penyakit sepele. Meski sering dianggap hanya demam ringan disertai ruam, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang mengancam nyawa anak.

“Campak itu bukanlah penyakit ringan. Komplikasi bisa berat dan daya tahan tubuh menurun, membuka peluang penyakit lain masuk,” jelas Prof. Anggraini dalam seminar media daring dari Jakarta.

Data Kasus Campak di Indonesia

Berdasarkan catatan IDAI:

  • 2025: 11.094 kasus campak terkonfirmasi, dengan lebih dari 63.769 kasus suspek.
  • Awal 2026 (5 pekan pertama): 379 kasus terkonfirmasi dan 5.329 suspek.

Kendala utama penanganan adalah kapasitas laboratorium yang terbatas. Tahun 2025, hampir 50.000 spesimen masuk dengan positivity rate 24,6%. Tahun 2026, jumlah kasus tampak lebih rendah karena laboratorium masih kewalahan memproses suspek yang mencapai 5.000 lebih.

Cara Penularan Campak

Campak menular melalui percikan udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Manusia adalah satu-satunya pejamu virus campak, sehingga pengendalian penyebaran sangat tergantung pada vaksinasi dan kesadaran masyarakat.

Komplikasi Serius Campak

Virus campak dapat menyerang berbagai organ tubuh, menimbulkan risiko berat bagi anak-anak:

  1. Pneumonia (Infeksi Paru)
    • Sekitar 77% anak yang dirawat karena campak mengalami infeksi paru.
    • 86% kematian akibat campak berkaitan dengan pneumonia, bahkan beberapa pasien membutuhkan ventilator.
  2. Gangguan Telinga dan Pendengaran
    • Infeksi telinga dapat menyebabkan keluarnya cairan dan risiko ketulian permanen.
  3. Diare dan Dehidrasi
    • Diare parah meningkatkan risiko kematian, terutama pada anak dengan gizi buruk.
  4. Kekurangan Vitamin A dan Masalah Mata
    • Virus campak menurunkan kadar vitamin A, membuat mata kering dan rentan gangguan penglihatan.
  5. Immunological Amnesia
    • Sistem kekebalan anak kehilangan memori melawan penyakit sebelumnya, sehingga lebih rentan sakit.
  6. Dampak Jangka Panjang pada Otak
    • Virus campak dapat menyerang otak, menimbulkan kejang, hingga Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) yang muncul bertahun-tahun kemudian.

“Begitu masuk virus campak, berbagai daya tahan tubuh ikut habis, sehingga kemampuan tubuh menghadapi penyakit lain menurun,” tambah Prof. Anggraini.

Siapa yang Paling Berisiko?

Anak dengan kondisi berikut rentan mengalami komplikasi serius:

  • Gizi buruk atau daya tahan tubuh lemah
  • Belum mendapatkan imunisasi campak
  • Memiliki penyakit penyerta (komorbid)

Vaksinasi tepat waktu dan menjaga kesehatan anak adalah langkah paling efektif mencegah komplikasi.

Kesimpulan dan Tips Perlindungan Anak

Campak bukan sekadar demam dan ruam. Virus ini berisiko menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian. Orang tua sebaiknya:

  • Pastikan anak mendapatkan vaksin campak lengkap
  • Segera konsultasi ke dokter bila anak demam dengan ruam
  • Tingkatkan nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh

Lindungi anak Anda sejak dini, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.